Metode Role Playing


SAM_0156Metode bermain peran adalah berperan atau mamainkan peranan dalam dramatisir masalah social atau psikologis. Bermain peran adalah salah satu bentuk permainan pendidikan yang di gunakan untuk menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku, dan nilai, dengan tujuan untuk menghayati perasaan, sudut pandang dan cara berfikir orang lain ( Depdikbud, 1964 : 171 ).

Melalui metode bermain peran siswa diajak untuk belajar memecahkan masalah pribadi, dengan bantuan kelompok social yang anggotanya teman – temannya sendiri. Dengan kata lain metode ini berupaya membantu individu melalui proses kelompok sosial. Melalui bermain peran, para siswa mencoba mengeksploitasi masalah – masalah hubungan antara manusia dengan cara memperagakannya. Hasilnya didiskusikan dalam kelas.

Proses belajar dengan menggunakan metode bermain peran diharapkan siswa mampu menghayati tokoh yang dikehendaki, keberhasilan siswa dalam menghayati peran itu akan menentukan apakah proses pemahaman, penghargaan dan identifikasi diri terhadap nilai berkembang ( Hasan, 1996 : 266 ).

Tujuan dari penggunaan metode bermain peran adalah sebagai berikut :

  • Untuk motivasi siswa.
  • Untuk menarik minat dan perhatian siswa.
  • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi situasi dimana mereka mengalami emosi, perbedaan pendapat, dan permasalahan dalam lingkungan kehidupan social anak.
  • Menarik siswa untuk bertanya.
  • Mengembangkan kemampuan komunikasi siswa.
  • Melatih siswa untuk berperan aktif dalam kehidupan nyata.

Menurut  Sumantri ( 2001 ) bermain peran merupakan model mengajar yang berakar pada dimensi personal dan sosial dari pendidikan. Model ini mencoba membantu indivisu untuk menemukan makna pribadi dalan dunia sosial dan memecahkan dilema – dilema dengan bantuan kelompok sosial. Dalam hal ini memungkinkan individu untuk bekerjasama untuk menganalisis situasi sosial terutama permasalahan interpersonal dalam mengembangkan cara – cara yang demokratis untuk menghadapi situasi tersebut.

Dalam model mengajar bermain peran, sebagian siswa adalah pemain peran yang lainnya mengamati. Seseorang meletakkan dirinya pada posisi orang lain yang juga bermain peran. Bila empati, simpati, kemarahan, dan kasih sayang serta apeksi dilakukan dalam berinteraksi, berarti bermain peran dapat dilaksanakan dengan baik / berhasil.

Hal penting dalam model mengajar bermain peran adalah keterlibatan siswa untuk berpartisipasi dalam situasi atau masalah nyata serta adanya keinginan untuk mengatasi suatu masalah bersama. Pemahaman siswa dalam model belajar bermain peran dapat memberikan contoh pada siswa dalam kehidupan sehari – hari untuk berperilaku sebagai berikut :

  • Menjajagi perasaan.
  • Menambah pengetahuan tentang sikap, nilai – nilai dan persepsinya.
  • Mengembangkan keterampilan dan sikapnya dalam memecahkan masalah.
  • Mengkaji pelajaran dengan berbagai cara.

Shaffel dalam bukunya “ Role Playing For Social Studies “ menyatakan bahwa ada sembilan langkah dalam role playing yaitu sebagai berikut.

  • Membangkitkan semangat kelompok, memperkenalkan siswa dengan masalah sehingga mereka mengenalnya sebagai suatu bidang yangt harus dipelajari.
  • Pemilihan peserta, guru dan siswa menggambarkan berbagai karakter / bagaimana rupanya, bagaimana rasanya, dan apa yang mungkin mereka kemukakan. Guru dapat menentukan berbagai criteria dalam memilih siswa untuk peran tertentu.
  • Menentukan arena panggung, para pemain peran membuat garis besar scenario, tetapi tidak mempersiapkan dialog khusus.
  • Mempersiapkan pengamat, adalah sangat penting untuk melibatkan pangamat secara aktif sehingga seluruh anggota kelompok mengalami kegiatan itu dan kemudian dapat menganalisisnya. Cara guru melibatkan siswa pengamatan ilmiah dengan menugaskan mereka untuk mengevaluasi, mengomentari efektifitasnya serta urutan–urutan perilaku pemain dan mendefinisikan perasaan–perasaan serta cara–cara berfikir individu yang sedang diamati.
  • Pelaksanaan kegiatan; para pemeran mengasumsi perannya dan menghayati situasi secara sepontan dan saling merespon secara realistik.
  • Berdiskusi dan mengevaluasi; apakah masalahnya penting dan apakah peserta dan pengamat terlibat secara intelektual dan emosional.
  • Melakukan lagi permainan peran; siswa dan guru berbagi interpretasi baru tentang peran dan menentukan apakah harus dilakukan oleh individu – individu baru atau tetap oleh orang terdahulu. Dengan demikian permainan peran menjadi kegiatan konseptual yang dramatis.
  • Dilakukan lagi evaluasi dan diskusi; siswa mungkin mau menerima solusi, tetapi guru mendorong solusi yang realistik.
  • Berbagi pengalaman dan melakukan generalisasi. Tidak dapat diharapkan untuk menghasilkan generalisasi dengan segera tentang aspek hubungan kemanusiaan tentang situasi tertentu. Guru harus mencoba untuk membentuk diskusi, setelah mengalami setrategi bermain peran yang cukup lama, untuk dapat menggeneralisasi mengenai pendekatan terhadap situasi masalah serta akibat dari pendekatan itu. Semakin memadai pembentukan diskusi ini, kesimpulan yang dicapai akan semakin mendekati generalisasi.

Semoga posting ini bermanfaat. “Pengunjung bijak adalah pengunjung yang meninggalkan jejak

Salam bangkit.

Sumber: Siswarso. (2015). Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Menghargai Nilai Juang Perumusan Pancasila Melalui Metode Bermain Peran Pada Siswa Kelas VI SD Negeri II Jatirejo Kecamatan Jatiroto Semester I Tahun Pelajaran 2014/ 2015. Karya Ilmiah

Tentang Irwanto, S.Pd.SD

Seorang pendidik di sebuah SD negeri di Kabupaten Wonogiri yang ingin berbagi dan bertukar pemikiran serta berdiskusi tentang dunia pendidikan khususnya dunia sekolah dasar lewat blog.
Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s