Cara Membuat Sertifikat dengan Mail Merge MS Word 2007 dan MS Office 2007


Bila kita berada dalam sebuah kepengurusan organisasi atau kelompok, terkadang kita akan memberikan penghargaan atas prestasi anggota organisasi/ kelompok kita tersebut. Banyak cara untuk memberikan penghargaan, namun salah satunya bisa dilakukan dengan memberikan piagam/ sertifikat. Terkadang kita akan mendapat tugas dalam membuat sertifikat tersebut. Bila jumlah piagam/ sertifikat yang kita buat sedikit tentu saja kita tidak akan kerepotan, namun sebaliknya bila jumlahnya sangat banyak tentu sangat merepotkan. Dan hal tersebut tentunya akan menyita banyak waktu bila harus kita tulis satu per satu.

Nah, anda tidak perlu khawatir lagi. Sekarang perkembangan IPTEK sudah semakin maju, jadi banyak hal yang dapat membantu kita. Tentunya kita harus belajar hal-hal tersebut yang sifatnya akan memudahkan kita suatu saat nanti. Pada postingan ini kami akan berbagi sedikit pengetahuan penulis tentang cara membuat sertifikat dalam jumlah yang banyak. Cara tersebut sering disebut dengan Mailing.

Langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut:

Pertama, bukalah MS Office Word 2007. Kemudian buatlah master sertifikat seperti contoh di bawah ini.

 

Kedua, bukalah MS Office Excel 2007, kemudian buatlah database yang berisi data-data yang diperlukan untuk membuat piagam/sertifikat.

Ketiga, buka kembali MS Word klik Mailing kemudian Start Mail Merge lalu pilih Directory.

Keempat, pilih Select Recipient lalu klik Use Existing List. Kemudian carilah dimana anda telah menyimpan Database Data Peserta. Kemudian klik OK.

Kelima, kemudian klik Insert Merge Field lalu tempatkan sesuai daerah yang sesuai.

Keenam, setelah anda selesai langkah kelima keemudian klik Preview Result.

Untuk melihat data sertifikat yang lain anda dapat menuliskan angka kemudian menekan Enter atau meng klik tanda Next atau Previous. Bila anda ingin mencetak dapat anda lakukan dengan cara seperti biasanya saat mencetak dokumen di MS Word.

Demikian sedikit ulasan yang kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Mohon maaf bila dalam tulisan ini ada kesalahan, mohon kritik dan sarannya. Terima kasih.

Salam Bangkit.


Form Analisis Ulangan Harian, Program Perbaikan dan Pengayaan


Setiap melakukan sebuah pembelajaran, pasti kita ingin mengetahui pencapaian yang dicapai oleh peserta didik kita. Oleh karena itu kita membuat instrument penilaian baik dengan tes maupun non tes. Apabila hasil yang diperoleh peserta didik kita telah memuaskan, kita dapat memberikan program pengayaan kepada mereka. Namun bila sebaliknya, hasil pencapaian mereka kurang memuaskan kita sebagai pendidik tentu kita harus melakukan langkha perbaikan atau bisa kita lakukan dengan remidial saja.
Agar hal-hal yang kita lakukan tersebut terprogram dan terdokumentasikan dengan baik, kita harus menuliskannya pada buku catatan atau tempat lain yang sekiranya aman dan mudah kita ketahui. Namun apabila catatan-catatan tersebut terpisah-pisah maka catatan-catatan tersebut bisa tercecer dan hilang satu per satu. Akhirnya kita dapat menerka bahwa catatan tersebut menjadi tidak berguna. Agar kegiatan setelah kita melakukan evaluasi terdokumentasi dengan baik, seperti hasil nilai, hasil perbaikan, hasil pengayaan beserta instrument-instrumentnya maka kita dapat membuat sebuah buku khusus. Formatnya pun sesuka hati kita namun mudah dimengerti dan dipahami. Nah, kalau anda belum punya gambaran tenang form analisis ulangan harian beserta program perbaikan dan pengayaan, anda bisa melihat contohnya dengan mengunduh file yang terposting ini.
Untuk mengunduh file tersebut silakan klik link berikut.
FORM ANALISIS UH

Semoga hal yang kecil ini bisa bermanfaat, mohon maaf bila isinya kurang berkenan.

Salam bangkit.

Contoh Anggaran Dasar Kelompok Kerja Guru


ANGGARAN DASAR

KELOMPOK KERJA GURU GUGUS ABDURAHMAN WAHID

KECAMATAN JATIROTO KABUPATEN WONOGIRI

PROVINSI JAWA TENGAH

MUKADIMAH

Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa

Kami kelompok guru Sekolah Dasar Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri menyadari pentingnya usaha bersama dalam membina, meningkatkan dan mengembangkan profesionalisme guru Sekolah Dasar, demi terbangunnya masyarakat modern yang berlandaskan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berdasarkan Pancasila dan Undangundang Dasar 1945. Kami para guru Sekolah Dasar bersepakat untuk bergabung dalam suatu wadah yang dibentuk dengan Anggaran Dasar.

Berdasarkan kesepakatan ini, dan dengan semangat “Ing Ngarso Sung Tulodho,
Ing Madyo Mangun Karso, Tutwuri Handayaniserta motto “dari guru, oleh
guru, dan untuk guru”, maka kami para guru Sekolah Dasar Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri bersama
sama membentuk organisasi profesi yang diberi nama Kelompok Kerja Guru Gugus Abdurahman Wahid Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri, yang disingkat Kkggugus Abdurahman Wahid Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri yang memiliki Anggaran Dasar sebagai berikut :

BAB I

NAMA DAN DASAR PENDIRIAN

Pasal 1

Nama

Organisasi profesi ini diberi nama Kelompok Kerja Guru Gugus abdurahman wahid Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri, disingkat KKG Gugus Abdurahman Wahid Kecamatan Jatiroto KabupatenWonogiri

53

Pasal 2

Dasar Pendirian

KKG Gugus Abdurahman Wahid Kecamatan Jatiroto KabupatenWonogiri didirikan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan

Kecamatan tanggal 03 Maret 2010

BAB II

KEDUDUKAN, SIFAT, DAN TUJUAN

Pasal 3

Kedudukan dan Sifat

  1. KKG Gugus Abdurahman Wahid Kecamatan Jatiroto KabupatenWonogiri berkedudukan di Kecamatan Jatiroto Kabupaten wonogiri.
  2. KKG Gugus Abdurahman Wahid Kecamatan Jatiroto KabupatenWonogiri bersifat organisasi nonstruktural, mandiri, kekeluargaan, menganut prinsip maju bersama serta diselenggarakan dari, oleh, dan untuk guru yang menjadi anggota.

Pasal 4

Tujuan

Tujuan organisasi profesi ini adalah :

  1. Memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahanbahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar, mengembangkan kemampuan/profesi guru, dan sebagainya.
  2. Memberi kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik.
  3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih professional bagi peserta kelompok kerja atau musyawarah kerja.
  4. Memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan tugastugas pembelajaran di sekolah.
  5. Mengubah budaya kerja anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja (meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan kinerja) dan mengembangkan profesionalisme guru melalui kegiatankegiatan pengembangan profesionalisme di tingkat KKG Abdurrahman Wahid.
  6. Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik.
  7. Meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatankegiatan di tingkat KKG Abdurrahman Wahid.

BAB III

ORGANISASI

Pasal 5

Struktur, Susunan dan Fungsi Organisasi

Struktur organisasi, susunan pengurus dan fungsi pengurus KKG Abdurrahman Wahid Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 6

Hak dan Kewajiban Pengurus

Hak dan kewajiban pengurus KKG Abdurrahman Wahid adalah:

  1. Ketua atas nama pengurus berhak mewakili secara sah di luar organisasi untuk mewakili sesuatu hal demi kemajuan organisasi. Bilamana Ketua berhalangan hadir karena sesuatu hal, maka Sekretaris dapat mewakili Ketua dengan hak dan kewajiban yang sama.
  2. Pengurus berkewajiban menjalankan pekerjaan seharihari di dalam organisasi dan menjalankan keputusankeputusan Rapat Anggota KKG Abdurrahman Wahid.
  3. Sekretaris berkewajiban menyelenggarakan surat menyurat dalam organisasi.
  4. Bendahara menangani kekayaan/keuangan organisasi dan melaporkan kepada pengurus yang selanjutnya dipertanggungjawabkan kepada Rapat Anggota.

BAB IV

KEPENGURUSAN

Pasal 7

Masa Kepengurusan dan Pemilihan Pengurus

  1. Periode Jabatan Pengurus adalah 4 (empat) tahun dan dapat dicalonkan kembali pada pemilihan periode berikutnya.
  2. Pengurus dipilih langsung oleh anggota.
  3. Tata cara pemilihan Pengurus diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART).

BAB V

KEANGGOTAAN

Pasal 8

Syarat Keanggotaan

  1. Anggota KKG Abdurrahman Wahid Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri terdiridari Guruguru PNS dan bukan PNS yang mengajar di SD Gugus Abdurrahman Wahid baik di Sekolah/Madrasah Negeri maupun di Sekolah/Madrasah Swasta di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.
  2. Syarat menjadi anggota dan Prosedur Pendaftaran diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART).

Pasal 9

Hak dan Kewajiban Anggota

Kewajiban anggota adalah:

  1. Membantu terlaksananya tujuan organisasi.
  2. Mematuhi aturan dan putusan organisasi.
  3. Menjaga martabat dan kehormatan profesi.
  4. Anggota berhak mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diusahakan oleh organisasi.
  5. Anggota berhak mendapat bimbingan untuk meningkatkan profesionalismenya.
  6. Anggota berhak dipilih dan memilih pengurus untuk menjalankan organisasi.
  7. Seluruh anggota berhak mengajukan usulan untuk kemajuan organisasi.

BAB VI

KEGIATAN

Pasal 10

Untuk mencapai tujuan pada pasal 4 di atas, kegiatan organisasi profesi ini adalah:

  1. Kegiatan Rutin:
    1. Diskusi permasalahan pembelajaran.
    2. Penyusunan dan pengembangan silabus, program semester, dan Rencana Program Pembelajaran.
    3. Analisis kurikulum.
    4. Penyusunan dan pengembangan instrumen evaluasi pembelajaran.
    5. Pembahasan materi dan pemantapan menghadapi Ujian Nasional dan Ujian Sekolah.
  2. Kegiatan Pengembangan:
    1. Penelitian, diantaranya Penelitian Tindakan Kelas.
    2. Penulisan Karya Tulis Ilmiah.
    3. Seminar, lokakarya, koloqium (paparan hasil penelitian), dan diskusi panel.
    4. Pendidikan dan Pelatihan berjenjang (diklat berjenjang).
    5. Penerbitan jurnal KKG Abdurrahman Wahid.
    6. Penyusunan dan pengembangan website KKG Abdurrahman Wahid.
    7. Forum KKG Abdurrahman Wahid Kecamatan/Kabupaten/Kota/provinsi.
    8. Kompetisi kinerja guru.
    9. Peer Coaching (Pelatihan sesama guru menggunakan media TIK).
    10. Lesson Study (suatu pengkajian praktek pembelajaran yang memiliki tiga komponen yaitu plan, do, see yang dalam pelaksanaannya harus
    11. terjadi kolaborasi antara pakar, guru pelaksana, dan guru mitra).
    12. Professional Learning Community (komunitas‐belajar professional).
    13. TIPD (Teachers International Professional Development)/kerjasama KKG Abdurrahman Wahid internasional.
    14. Global Gateway (kemitraan lintas negara).

BAB VII

PROGRAM KERJA

Pasal 11

Penyusunan Program Kerja

  1. Program Kerja KKG Abdurrahman Wahid disusun sekurangkurangnya sekali dalam satu periode kepengurusan.
  2. Prinsipprinsip penyusunan program kerja diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART).

BAB VIII

PEMBIAYAAN

Pasal 12

  1. Pembiayaan KKG Abdurrahman Wahid Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri berasal dari sumber yang sah atau sumber sah lain yang tidak mengikat.
  2. Sumber pembiayaan organisasi dijelaskan dalam Anggaran Rumah Tangga (ART).

57

BAB IX

PEMANTAUAN DAN EVALUASI SERTA PELAPORAN

Pasal 13

Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan

  1. Untuk menjamin mutu kegiatan KKG Abdurrahman Wahid perlu dilaksanakan pemantauan dan evaluasi yang dimaksudkan untu melihat kesesuaian antara standar dengan pemenuhannya.
  2. Pelaksanaan pematauan dan evaluasi KKG Abdurrahman Wahid meliputi mekanisme dan pelaporannya yang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART).
  3. Laporan meliputi substansi kegiatan dan administrasi disampaikan kepada ketua KKG, ketua MKKS, Kepala UPTD Dinas Pendidikan di Kecamatan dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten

BAB X

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR, TATA TERTIB PERSIDANGAN,

DAN PEMBUBARAN ORGANISASI

Pasal 14

Perubahan Anggaran Dasar

  1. Anggaran Dasar ini hanya dapat diubah dengan Rapat Anggota KKG Abdurrahman Wahid yang dengan sengaja diadakan untuk maksud tersebut.
  2. Rapat perubahan Anggaran Dasar harus dihadiri sekurangkurangnya duapertiga dari jumlah anggota KKG Abdurrahman Wahid.
  3. Keputusan rapat perubahan Anggaran Dasar dianggap sah jika disetujui oleh duapertiga anggota yang hadir.
  4. Apabila quorum tidak terpenuhi seperti yang dimaksud pada ayat 2 dan 3 pasal ini, maka pengesahan perubahan Anggaran Dasar dilakukan atas persetujuan anggota yang hadir dalam Rapat Anggota.

Pasal 15

Tata Tertib

Tata tertib persidangan ditetapkan Pengurus dan disahkan dalam Rapat Anggota KKG Abdurrahman Wahid

Pasal 16

Pembubaran

  1. Organisasi ini hanya dapat dibubarkan dengan keputusan Rapat Anggota KKG Abdurrahman Wahid yang sengaja diadakan untuk maksud tersebut.
  2. Rapat Anggota harus dihadiri sekurangkurangnya duapertiga dari jumlah anggota KKG Abdurrahman Wahid.
  3. Keputusan rapat pembubaran dianggap sah jika disetujui oleh seluruh anggota KKG Abdurrahman Wahid yang hadir dan diketahui oleh Kepala UPTD Dinas Pendidikan di Kecamatan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten.

BAB XI

PENUTUP

Pasal 17

  1. Anggaran Dasar ini ditetapkan pada pertemuan Guruguru SD Gugus Abdurrahman Wahid Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri di SD Inti, SDN II Dawungan tanggal 27 Juli 2011.

Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Rubrik Penilaian Kinerja Guru


 

NO 

KOMPETENSI/-Sub-Kompetensi

PENJELASAN KOMPETENSI 

INDIKATOR KINERJA YANG TERUKUR KARENA PEMILIKAN KOMPETENSI TERKAIT 

METODE

PENILAIAN

(5) 

PENJELASAN UNTUK MEMPEROLEH BUKTI-BUKTI, ALASAN ATAU ANALISA BERDASARKAN HASIL PEMANTAUAN DAN/ATAU PENGAMATAN

PENGAMATAN

PEMANTAUAN 

(1) 

(2) 

(3) 

(4) 

(5a) 

(5b) 

(6) 

 

PEDAGOGI

1 

Mengenal karakteristik dan potensi peserta didik

Guru mencatat dan menggunakan informasi tentang karakteristik peserta didik untuk membantu proses pembelajaran. Karakteristik ini terkait dengan aspek fisik intelektual, sosial emosional, moral, dan latar belakang sosial budaya.

Guru menganalisis potensi pembelajaran setiap peserta didik dan mengidentifikasi pengembangan potensi peserta didik melalui program pembelajaran yang mendukung siswa mengaktualisasikan potensi akademik, kepribadian, dan kreativitasnya sampai ada bukti jelas bahwa peserta didik mengaktualisasikan potensi mereka


 

  1. Guru memperhatikan aspek fisik, sosial, intelektual dan karakteristik peserta didik untuk menetapkan strategi mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan belajar

V

V

  • Penilai menganalisis dokumen RPP yang difokuskan pada strategi pembelajaran yang dipilih dan ditetapkan guru telah mengacu pada aspek fisik, sosial, intelektual dan karakteristik peserta didik
  • Penilai melakukan pengamatan langsung di kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung untuk mengidentifikasi apakah guru konsisten mengaplikasi strategi yang telah dipilih dan ditetapkan dalam RPP.
  1. Guru merancang dan menerapkan strategi pembelajaran dengan memperhatikan kebutuhan dan kekuatan belajar peserta didik yang didasari oleh keragaman bahasa, budaya, agama dan sosial

V 

V 

  • Penilai menganalisis dokumen RPP yang difokuskan pada strategi pembelajaran yang dipilih dan ditetapkan guru telah mengakomodasi kebutuhan dan kekuatan belajar peserta didik yang didasari oleh keragaman bahasa, budaya, agama dan sosial
  • Penilai melakukan pengamatan langsung di kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung untuk membuktikan apakah guru konsisten mengaplikasi strategi yang telah dipilih dan ditetapkan dalam RPP.
  1. Guru menetapkan dan menerapkan berbagai strategi untuk memenuhi kebutuhan belajar sesuai dengan tahapan perkembangan, pendekatan, dan kesempatan belajar peserta didik

V 

V 

  • Penilai melakukan pemantauan dokumen RPP yang difokuskan pada strategi pembelajaran yang dipilih dan ditetapkan guru telah sesuai dengan dengan tahapan perkembangan, pendekatan, dan kesempatan belajar peserta didik
  • Penilai melakukan pengamatan langsung di kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung untuk mengidentifikasi apakah guru konsisten mengaplikasi strategi yang telah dipilih dan ditetapkan dalam RPP.
  1. Guru menetapkan aturan dan prosedur secara adil dan konsisten untuk mengatur perilaku peserta didik selama kegiatan pembelajaran dan melaksanakan aturan dan prosedur tersebut secara adil dan konsisten

V

V

  • Penilai mengumpulkan aturan dan prosedur yang digunakan untuk mengatur perilaku peserta didik selama kegiatan pembelajaran.
  • Penilai melakukan pengamatan langsung di kelas apakah guru memberitahukan tentang aturan dan prosedur tersebut, kemudian menerapkannya secara adil dan konsisten bagi semua peserta didik dan dirinya.
  1. Guru menumbuhkan perilaku positif pada peserta didik (kejujuran, integritas akademis, harga diri, menyayangi sesama teman, dan menghormati orang lain, toleransi, tanggung jawab pribadi, tidak mengolok-olok teman yang memiliki kekurangan fisik, dsb) dengan melibatkan peserta didik, orang tua, konseler, dan tenaga kependidikan lainnya.

V

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung di kelas apakah guru melakukan upaya untuk menumbuhkan perilaku positif pada peserta didik (kejujuran, integritas akademis, harga diri, menyayangi sesama teman, dan menghormati orang lain, toleransi, tanggung jawab pribadi, tidak mengolok-olok teman yang memiliki kekurangan fisik, dsb) melalui pemberian contoh langsung (misalnya dengan mengatakan tidak tahu kalau memang tidak tahu tentang sesuatu yang dipertanyakan peserta , tidak melontarkan ucapan yang mengolok-olok peserta didik, selalu memberi penghargaan kepada peserta didik yang dapat menyelesaikan tugasnya, dan mendorong peserta didik untuk menyelesaikan tugas yang belum diselesaikan).
  1. Menggunakan berbagai strategi untuk menghindari atau menghilangkan perilaku diskriminatif sehubungan dengan aspek fisik, intelektual, sosial, emosional, moral, gender, dan/ atau latar belakang sosial budaya peserta didik

V

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung di kelas apakah guru menggunakan berbagai strategi menghindari atau menghilangkan perilaku diskriminatif sehubungan dengan aspek fisik, intelektual, sosial, emosional, moral, gender, dan/ atau latar belakang sosial budaya peserta didik (misalnya dengan hanya memperhatikan peserta didik laki-laki, hanya memilih peserta didik tertentu untuk melakukan pekerjaan/menjawab pertanyan, memilih etnis tertentu sebagai contoh, dsb).

2 

Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik

Guru menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif sesuai dengan karakteristik peserta didik dan memotivasi mereka untuk belajar

  1. Guru menunjukkan pengetahuan tentang konsep-konsep utama dan teori perkembangan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran (misalnya, intelektual, bahasa, sosial, emosional, moral, fisik)

V

V

  • Penilai menganalisis dokumen RPP apakah dalam pemilihan dan menetapkan strategi dan materi ajar merujuk pada konsep-konsep utama (Konstruktivisme, Behavior, Gadner, dsb) dan teori perkembangan (Skinner, Bloom, dsb) peserta didik dalam kegiatan pembelajaran (misalnya, intelektual, bahasa, sosial, emosional, moral, fisik)
  • Penilai melakukan pengamatan langsung di kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung untuk mengetahui apakah guru menginformasikan materi yang ditetapkan dengan memperhatikan aspek intelektual, bahasa, sosial, emosional, moral, fisik (memperhatikan kecepatan belajar peserta didik, menggunakan bahasa mudah dipahami oleh peserta didik, memberikan beban tugas yang sesuai dengan kondisi fisik peserta didik, dsb)
  1. Guru menunjukkan pengetahuan tentang bagaimana peserta didik dapat mengembangkan dan mengasimilasi pengetahuan untuk mengembangkan keterampilan baru dan/atau kreatifitas.

V

V

  • Penilai menganalisis dokumen RPP apakah guru telah memilih dan menetapkan strategi pembelajaran dan bahan ajar yang sesuai dan tepat agar peserta didik dapat mengembangkan dan mengasilmilasi pengetahuan untuk mengembangkan keterampilan baru (misalnya guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk membahas tentang sampah ditinjau dari aspek polusi, ekonomi, dan keindahan untuk selanjutnya berpikir dan mengembangkan teknologi daur ulang yang tepat dan sesuai)
  • Penilai melakukan pengamatan langsung di kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan pemberian tugas (tugas terstruktur), dan sejenisnya.
  1. Guru menunjukkan pengetahuan tentang berbagai jenis strategi pembelajaran (misalnya, konfirmasi, elaborasi, eksplorasi) dan peran strategi ini dalam pembelajaran peserta didik.

V

V

  • Penilai menganalisis dokumen RPP apakah guru telah memilih dan menetapkan strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konfirmasi, elaborasi, eksplorasi yang ditunjukkan melalui struktur materi dan aktifitas pembelajaran.
  • Penilai melakukan pengamatan langsung di kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung, apakah guru melaksanakan aktifitas pembelajaran sesuai dengan materi dan strategi pembelajaran yang direncakan. (misalnya; bekerja kelompok, diskusi, curah pendapat, praktikum, dan sejenisnya)
  1. Guru menunjukkan pengetahuan tentang strategi untuk membantu peserta didik mengembangkan makna (misalnya, membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan konsep baru melalui pembelajaran otentik) dalam rangka mengembangkan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan penalaran.

V

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung di kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung, apakah guru melaksanakan aktifitas pembelajaran yang membantu peserta didik dapat mengembangkan makna sesuai dengan tingkat perkembangan dan pola pikir peserta didik (misalnya; pembelajaran dengan pendekatan pemecahan masalah, pendekatan deduksi dan induksi, eksperimen).
  1. Guru menunjukkan pengetahuan tentang strategi untuk meningkatkan motivasi, rasa kepemilikan dan tanggung jawab belajar peserta didik (misalnya, memberikan kesempatan untuk belajar mandiri, belajar untuk menghubungkan peserta didik dan kebutuhan hidupnya, memfasilitasi penetapan tujuan peserta didik, memberikan pengalaman pembelajaran otentik).

V

V

  • Penilai menganalisis dokumen RPP apakah guru telah memilih dan menetapkan strategi pembelajaran yang memotivasi peserta didik (misalnya; pembelajaran PAIKEM dan sejenisnya) serta dapat menumbuhkan tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas yang diberikan secara mandiri melalui pembelajaran otentik (pengalaman nyata).
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam rangka meningkatkan tanggung jawab sebagai pembelajar mandiri melalui penugasan yang diberikan. (misalnya; bekerja kelompok, diskusi, curah pendapat, praktikum, studi lapangan dan sebagainya)
  1. Guru menunjukkan pengetahuan tentang berbagai peran guru (misalnya, fasilitator, pelatih, instruktur) dan peserta didik (misalnya, pembelajar mandiri, kolaborator, pengamat) dalam proses pembelajaran dan dampak peran tersebut pada proses belajar dan hasil belajar.

V

V

  • Penilai melakukan pemantauan melalui wawancara dengan teman sejawat, peserta didik apakah guru melaksanakan perannya (misalnya; sebagai fasilitator, pelatih, instruktur) dalam proses pembelajaran, dan menunjukkan dampak tertentu kepada peserta didik (misalnya; menjadi pembelajar mandiri, kolaborator, pengamat)
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru menggunakan berbagai peran (misalnya; sebagai fasilitator, pelatih, instruktur) dan memberi peran kepada peserta didik (misalnya, pembelajar mandiri, kolaborator, pengamat) melalui penugasan, belajar kelompok, curah pendapat dan sebagainya.

3 

Perencanaan dan Pengembangan kurikulum

Guru menyusun dan menggunakan RPP sesuai dengan tujuan, karakteristik peserta didik dan lingkungan pembelajaran.

Guru memilih, menyusun, dan menata materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


 

  1. Guru mengembangkan indikator pencapaian hasil belajar sesuai dengan standar kompetensi dalam kurikulum untuk penyusunan RPP dan pemilihan materi ajar.
 

V 

  • Penilai menganalisis dokumen RPP dan materi ajar, apakah sudah menunjukkan adanya indikator pencapaian hasil belajar peserta didik sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. (misalnya; format RPP mencantumkan adanya indikator pencapaian hasil belajar)
  1. Guru memilih dan mengorganisasikan materi ajar ke dalam RPP secara logis dan runut dengan memperhatikan tujuan pembelajaran, kontekstual dan kemutakhiran materi, kebutuhan dan perkembangan peserta didik.
 

V 

  • Penilai menganalisis dokumen RPP dan materi ajar, apakah guru telah merancang materi ajar ke dalam RPP secara runut sesuai tingkat kesulitan materi, logis sesuai dengan tujuan pembelajaran, kontekstual dan mutakhir serta sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan peserta didik. (misalnya; sistimatika materi sesuai dengan urutan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, disajikan dari hal mudah ke sulit, kejelasan dan kelengkapan materi yang diajarkan, tidak menyimpang dari SK/KD, dan sebagainya.)
  1. Guru menerapkan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan sumber data (data karakteristik peserta didik, hasil belajar, dsb) untuk menyusun RPP (menentukan tujuan belajar, memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, materi ajar, penilaiannya).
 

V 

  • Penilai menganalisis dokumen catatan hasil belajar dan dokumen profil individu peserta didik serta RPP, untuk melihat apakah guru telah menggunakan catatan hasil belajar dan dokumen profil individu peserta didik tersebut sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan tujuan belajar, memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, materi ajar, dan penilaiannya.
  1. Guru menggunakan berbagai informasi hasil penilaian untuk memodifikasi dan mengadaptasi rancangan pembelajaran untuk menjamin keberhasilan belajar peserta didik.
 

V

  • Penilai menganalisis RPP dan dokumen catatan hasil belajar peserta didik, untuk melihat apakah guru telah menggunakan dokumen tersebut sebagai salah satu pertimbangan dalam memperbaiki dan menyesuaikan tujuan pembelajaran, pendekatan pembelajaran, materi ajar, dan penilaian hasil belajar dalam merancang RPP, sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar sehingga keberhasilan belajar peserta didik dapat tercapai.
  1. Guru memilih dan/atau membuat dan menggunakan berbagai sumber daya, termasuk TIK, dalam merancang pembelajaran sehingga dapat melibatkan para peserta didik dalam proses pembelajaran.

V

V 

  • Penilai menganalisis dokumen RPP dan materi ajar, apakah guru menggunakan berbagai sumber daya, termasuk TIK dalam merancang RPP dan materi ajar yang dapat melibatkan peserta didik dalam proses pembelajarannya.
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru memberikan penugasan kepada peserta didik dengan menggunakan berbagai sumber daya termasuk TIK dalam proses pencapaian materi yang diberikan. (misalnya; bekerja kelompok dan/atau tugas terstruktur melalui pemanfaatan internet sebagai sumber belajar)

4 

Kegiatan Pembelajaran yang efektif

Guru melaksanakan rancangan pembelajaran yang mendidik secara lengkap. Guru menyusun dan menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar sesuai dengan karateristik peserta didik

Guru memanfaatkan teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelajaran.

Guru berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik dan bersikap antusias dan positif. Guru memberikan respon yang lengkap dan relevan kepada komentar atau pertanyaan peserta didik


 

  1. Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun secara lengkap untuk mencapai standar kompetensi peserta didik.

V 

V 

  • Penilai menganalisis dokumen RPP dan materi ajar, apakah skenario pembelajaran yang direncanakan guru telah secara lengkap menunjukkan langkah-langkah pencapaian standar kompetensi peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangannya.
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru telah menggunakan rancangannya dalam menyajikan materinya untuk pencapaian standar kompetensi peserta didik. (misalnya; pemanfaatan waktu, skenario pembelajaran, urutan materi dan lain sebagainya)
  1. Guru memberikan perhatian dan tanggapan terhadap semua pertanyaan dan masukan peserta didik dalam proses pembelajaran tanpa menginterupsi kecuali untuk mengklarifikasi dan mengkonfirmasi pertanyaan/tanggapan tersebut dalam rangka meningkatkan pemahaman peserta didik.

V 

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru mendengarkan, menerima pertanyaan dan masukan yang diajukan oleh peserta didik dengan baik dan kemudian merespon serta memberikan penjelasan terhadap pertanyaan dan tanggapan peserta didik untuk memberikan pemahaman terhadap materi yang disajikan. (misalnya; memberikan jawaban dan konfirmasi terhadap pertanyaan dan tanggapan peserta didik)
  1. Guru mengkomunikasikan informasi baru (misalnya materi tambahan) dalam proses pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik.

V 

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru juga memberikan dan/atau menambahkan informasi baru terkait dengan materi yang disajikan sesuai dengan tingkat usia dan kemampuan belajar peserta didik. (misalnya; menambahkan informasi perkembangan teknologi, hasil-hasil penelitian, informasi terkini dan lain sebagainya.)
  1. Guru menggunakan alat bantu mengajar, dan/atau TIK yang sesuai dan tepat untuk meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.

V 

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru menggunakan alat bantu mengajar dan/atau TIK dalam penyajian materi untuk memotivasi peserta didik dan membantunya dalam memahami materi yang disajikan. (misalnya: menggunakan bahan ajar berbasis TIK, internet, animasi dan lain sebagainya)
  1. Guru menyampaikan informasi dan/atau berkomunikasi dengan menggunakan bahasa secara efektif, empatik dan santun dalam proses pembelajaran.

V 

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru menggunakan bahasa komunikasi dengan baik, jelas, santun, dan empatik dalam mentransfer pengetahuan dan materi yang disajikan sehingga dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik. (misalnya: menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar, menggunakan bahasa tubuh dan isyarat yang mudah dipahami peserta didik sesuai usia dan perkembangannya )
  1. Guru mengelola kelas dengan efektif tanpa mendominasi atau sibuk dengan kegiatannya sendiri melalui pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara mandiri atau kelompok agar semua waktu belajar dapat termanfaatkan secara produktif.

V 

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru melakukan pengelolaan kelas dalam pembelajaran yang dilakukan melalui penggunaan berbagai metode penugasan kerja mandiri dan/atau kelompok sehingga waktu belajar dapat digunakan secara efektif. (misalnya: memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan target hasil dan dalam batasan waktu yang jelas)
  1. Guru menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran (misalnya, pembelajaran kooperatif, pembelajaran tematik; pembelajar otentik; pembelajaran berbasis teknologi; pembelajaran inquiri, yang dipadukan dengan pembelajaran langsung seperti latihan terbimbing, dan pemodelan) untuk peningkatan kemampuan peserta didik dalam menganalisis, mengatur informasi, mensintesis, memecahkan masalah, dan berpikir kreatif dan kritis.

V 

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru menerapkan berbagai metode pendekatan belajar untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menganalisis, mengatur informasi, mensintesis, memecahkan masalah, dan berpikir kreatif dan kritis terkait dengan materi yang disajikan sesuai dengan tingkat usia dan kemampuan belajar peserta didik. (misalnya: memberikan penjelasan sebelum memberi tugas berbasis masalah, latihan terbimbing, pemodelan yang dikerjakan melalui kerja kelompok dan/atau mandiri)

5 

Penilaian dan Evaluasi

Guru menyelenggarakan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan. Guru melakukan evaluasi atas efektivitas proses dan hasil belajar dan menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan. Guru menggunakan hasil analisis penilaian dalam proses pembelajarannya.

  1. Guru memilih dan menyusun strategi dan metode penilaian yang sesuai dengan tujuan dan strategi pembelajaran untuk memantau kemajuan dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi tertentu sebagaimana yang tertulis dalam RPP.
 

V 

  • Penilai menganalisis dokumen RPP, kumpulan instrumen penilaian dan buku nilai hasil belajar, apakah sudah mencantumkan strategi dan metode penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik yang tepat sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. (misalnya; format RPP memuat komponen penilaian yang dilengkapi dengan instrumen penilaiannya sesuia dengan materi ajar)
  1. Guru menggunakan beberapa strategi dan metode penilaian (informal dan formal, diagnostik, formative dan sumative) serta mengumumkan hasil dan implikasinya terhadap tingkat pemahaman materi ajar yang telah dan akan dipelajari peserta didik.

V

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru menggunakan strategi dan metode penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik yang tepat sesuai dengan tahapan proses pembelajaran serta mengumumkan hasilnya untuk melihat tingkat pemahaman peserta didik dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dicapai. (misalnya; memberikan kuis, tes lisan, tes tulis, tes praktik dan lain sebagainya)
  1. Guru menganalisis hasil penilaian untuk mengidentifikasi topik/kompetensi dasar yang mudah, sedang dan sulit sehingga diketahui kekuatan dan kelemahan masing-masing peserta didik untuk keperluan remedial dan pengayaan.
 

V 

  • Penilai menganalisis dokumen RPP, kumpulan instrumen penilaian dan buku nilai hasil belajar, apakah sudah melakukan analisis terhadap hasil belajar peserta didik berdasarkan tingkat kesulitan topik/kompetensi dasar sehingga dapat menindak lanjutinya dalam bentuk pengayaan dan remedial. (misalnya; melalui catatan hasil analisis nilai hasil belajar, program pengayaan dan remedial)
  1. Guru memanfatkan berbagai hasil penilaian untuk memberikan umpan balik secara tepat waktu, efektif dan tepat bagi peserta didik tentang prestasi dan ketercapaian tujuan belajar.

V 

V

  • Penilai menganalisis dokumen RPP dan buku nilai hasil belajar, apakah sudah menggunakan nilai hasil belajar sebagai dasar pemberian umpan balik kepada peserta didik pada waktu yang tepat secara efektif untuk peningkatan prestasi dan pencapaian tujuan belajar. (misalnya; ada pertanyaan langsung dalam skenario pembelajaran, ada penugasan)
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru memberikan umpan balik terhadap hasil kegiatan peserta didik secara langsung. (misalnya; memberikan komentar pekerjaan peserta didik, hasil tes, pertanyaan dan lain sebagainya)
  1. Memiliki catatan tentang pekerjaan, kemajuan belajar, keberhasilan peserta didik dan tanggung jawabnya untuk dikomunikasikan kepada peserta didik, orang tua, dan kepada teman guru lain (wali kelas,
    guru kelas/mapel, guru BK).
 

V 

  • Penilai melihat dokumen laporan hasil belajar dan catatan kemajuan peserta didik, kemudian menanyakan bukti apakah catatan tersebut telah dikomunikasikan kepada peserta didik, orang tua dan teman sejawat yang lain (wali kelas, guru kelas/guru mapel, guru BK).
 

PROFESIONAL

6 

Penguasaan materi struktur konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu


 

Rancangan, materi dan kegiatan pembelajaran, penyajian materi baru dan respon guru terhadap peserta didik memuat informasi pelajaran yang tepat dan mutakhir. Pengetahuan ini ditampilkan sesuai dengan usia dan tingkat pembelajaran peserta didik. Guru benar-benar memahami mata pelajaran dan bagaimana mata pelajaran tersebut disajikan di dalam kurikulum. Guru dapat mengatur, menyesuaikan dan menambah aktifitas untuk membantu peserta didik menguasai aspek-aspek penting dari suatu pelajaran dan meningkatkan minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran

  1. Guru dapat mengidentifikasi dan menjelaskan prosedur penemuan dan pembuktian fakta-fakta dari keilmuan dan bidang studi yang diampunya.

V 

V 

  • Penilai menganalisis dokumen RPP dan materi ajar, apakah sudah mengindikasikan adanya konsep keilmuan yang dituangkan melalui fakta dan data dari bidang studi yang diampu atau memuat contoh-contoh fakta dan data yang didalamnya mengandung konsep keilmuan. (misalnya: menjelaskan konsep keilmuan melalui kegiatan praktik siswa)
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru dalam menyampaikan materi ajar juga menggunakan contoh-contoh yang menunjukkan adanya konsep keilmuan dalam fakta/kejadian yang dicontohkan. (misalnya: menjelaskan konsep gaya grafitasi melalui benda yang selalu jatuh ke bawah jika dilempar ke atas dan lain sebagainya)
  1. Guru dapat mengkaitkan dan mengabstraksi fakta-fakta dari keilmuan dan bidang studi yang diampu untuk dipergunakan/ diaplikasikan dalam konteks kehidupan nyata dan/atau untuk membangun fakta baru.

V 

V 

  • Penilai menganalisis dokumen RPP dan materi ajar, apakah sudah mencirikan adanya fakta dan data keilmuan dari bidang studi yang diampu melalui contoh-contoh di kehidupan yang nyata. (misalnya: memberikan contoh fakta dan data melalui kehidupan sehari-hari)
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru dalam menyampaikan materi ajar juga menggunakan contoh-contoh kehidupan sehari-hari sebagai pembuktian keilmuan materi yang diajarkan. (misalnya: memberi contoh daur ulang sampah sebagai bentuk pemanfaatan limbah untuk pupuk, sumber energi dan lain sebagainya)
  1. Guru menunjukkan penguasaan keilmuan dan dan keterampilan terkait secara utuh dari bidang studi yang diampu melalui penyampaian informasi yang tepat dan mutakhir untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran

V 

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru dalam menyampaikan materi ajar telah menunjukkan bahwa guru menguasai ilmu dan ketrampilan secara utuh serta memuat informasi terkini secara tepat. (misalnya: dapat memberikan penjelasan dan jawaban secara benar dari sisi keilmuan dan kemutakhiran)
  1. Guru dapat menjelaskan keterkaitan materi yang diajarkan dan aplikasinya terhadap teknologi yang berkembang seuai dengan usia dan tingkat pembelajaran peserta didik.

V 

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru dalam menyampaikan materi ajar telah menunjukkan adanya keterkaitan antara topik materi yang dibahas dengan aplikasinya terhadap teknologi perkembangan ilmu sesuai dengan usia dan tingkat pembelajaran peserta didik secara tepat. (misalnya: perkembangan teknologi mesin hitung dari jaman ke jaman)
  1. Guru menumbuhkan minat dan perhatian peserta didik terhadap bidang studi yang diampu melalui penyajian materi yang menarik, menyenangkan dan menantang.

V 

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru menyajikan materi dengan menarik menyenangkan dan menantang sehingga dapat meningkatkan minat dan perhatian peserta didik. (misalnya: pembelajaran PAIKEM dan sejenisnya)
  1. Guru menunjukkan pengetahuan tentang bagaimana mengintegrasikan komputer dan teknologi informasi lainnya secara efektif untuk meningkatkan efektifitas proses pembelajaran.

V 

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru dalam menyampaikan materi ajar juga mengintegrasikan komputer dan teknologi informasi lainnya sesuai dengan perkembangan ilmu, usia dan tingkat pembelajaran peserta didik secara tepat. (misalnya: menggunakan internet sebagai sumber belajar peserta didik, menggunakan email untuk penugasan, menggunakan SMS sebagai media komunikasi dengan peserta didik dan sebagainya.)
  1. Guru dapat memilih dan menggunakan teknologi pendidikan (media belajar, misalnya chart, audio visual, alat laboratorium, dsb) yang tepat dan sesuai untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran.

V 

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru dalam menyampaikan materi ajar juga menggunakan alat bantu media teknologi pendidikan untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran sesuai dengan usia dan tingkat pembelajaran peserta didik secara tepat. (misalnya: menggunakan OHP/LCD dalam pembelajaran, menggunakan poster, chart, alat bantu lain sejenisnya)
  1. Guru menunjukan penguasaannya terhadap materi dari bidang studi yang diampunya dan bagaimana mengkaitkannya dengan materi bidang studi lainnya atau kondisi nyata (konteks kehidupan nyata)

V 

 
  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru dalam menyampaikan materi ajar juga mengkaitkan antara topik materi yang dibahas dengan aplikasinya terhadap kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan usia dan tingkat pembelajaran peserta didik secara tepat. (misalnya: mencontohkan sifat bahan cair melalui pemasangan tower air untuk memberikan tekanan pada selang)
  1. Guru memutakhirkan keilmuan dari bidang studi yang diampu sesuai dengan perkembangan keilmuannya untuk diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran.

V 

V 

  • Penilai melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran, apakah guru dalam menyampaikan materi juga melakukan pembaruan materi dan peningkatan materi sesuai dengan perkembangan ilmu yang diampunya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh peserta didik dengan memperhatikan usia dan tingkat pembelajaran peserta didik secara tepat. (misalnya: memberikan contoh terbaru dari perkembangan ilmu yang diampu)

7 

Mengembangkan keprofesian melalui tindakan reflektif

Guru melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus dan memanfaatkan hasil refleksi untuk meningkatkan keprofesian. Guru melakukan penelitian tindakan kelas dan mengikuti perkembangan keprofesian melalui belajar dari berbagai sumber, guru juga memanfaatkan TIK dalam berkomunikasi dan pengembangan keprofesian jika dimungkinkan

  1. Guru menggunakan refleksi, penilaian diri, dan penilaian kinerja secara efektif untuk mengidentifikasi kekuatan, tantangan, dan masalah yang potensial untuk tujuan peningkatan keprofesiannya.
 

V 

  • Penilai menganalisis dokumen evaluasi diri, penilaian kinerja, dan rancangan PKB, apakah dalam merancang PKB guru juga melakukan identifikasi kelemahan dan kekuatannya berdasarkan dokumen yang dimiliki, dan menggunakannya untuk meningkatkan keprofesiannya. (misalnya: kegiatan {KB diprioritaskan kepada kompetensi yang memperoleh nilai dibawah standar)
  1. Guru memiliki jurnal pembelajaran, hasil penilaian proses pembelajaran, masukan dari teman sejawat sebagai dokumen pendukung untuk pengembangan keprofesiannya.
 

V 

 
  1. Guru mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan, dan/atau pengalaman yang didapat dari kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang diikutinya dalam perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pengembangan materi pembelajaran.

V 

V 

 
  1. Guru terlibat dalam kegiatan ilmiah (misalnya seminar, konferensi), penelitian, pengembangan materi pendidikan, dan/atau karya inovatif di sekolah dan/atau di luar sekolah yang dibuktikan dengan hasil kegiatan yang terkait.
 

V 

 
  1. Guru menggunakan berbagai kesempatan pengembangan profesional dan/atau sumber daya (misalnya, jurnal profesional, sumber daya online, konferensi, lokakarya, mentor) untuk meningkatkan pengetahuan profesional, keterampilan, dan keahliannya.
 

V

 
  1. Guru memiliki komitmen dan berpartisipasi aktif dalam organisasi dan asosiasi profesi dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
 

V

 
  1. Guru terlibat dalam diskusi dengan rekan-rekan profesional melalui berbagai forum (misalnya KKG/MGMP) untuk mengevaluasi praktik-praktik pendidikan yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan profesional, praktik pendidikan dan hasil pendidikan peserta didik
 

V

 
  1. Guru komitmen terhadap tanggung jawab profesionalnya dengan memenuhi tugas yang diberikan kepadanya sesuai dengan target dan waktu yang telah ditetapkan (masuk dan keluar kelas tepat waktu, mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan, menilai dan mengembalikan pekerjaan peserta didik tepat waktu, dsb)
 

V